Home » » Mengolah Limbah Air Kelapa Menjadi Minuman Kemasan Nata De Coco

Mengolah Limbah Air Kelapa Menjadi Minuman Kemasan Nata De Coco





Mitrabisnis UKM
082227271875
Jual Bibit Nata (Acetobacter xylinum), Bisa Konsultasi Cara Produksi


Nata de coca merupakan salah satu produk makanan yang sangat popular di Indonesia.  Berbagai macam produk olahan nata de coco antara lain minuman kemasan sirup nata, puding nata, jeli nata, dan lain-lain. Produk nata de coco banyak disukai karena rasanya yang nikmat, numun juga kandungan seratnya tinggi yang baik untuk diet. Nata de coco merupakan produk hasil fermentasi air kelapa dengan menggunakan bakteri Acetobacter xylinum. Nata yang merupakan selolusa hasil fermentasi tersebut berupa kenyal, berwarna putih, berserat tinggi selanjutnya diolah dengan ditambahkan sirup aneka rasa menjadi produk siap saji yang banyak diminati oleh konsumen. Produk minuman sirup nata de coco banya dipasarkan di toko-toko, warung, supermarket. selain untuk memenuhi permintaan konsumen dalam negeri, sirup nata de coco juga telah banyak di ekspor ke negara lain seperti Jepang, Arab, Eropa dan lain-lain. Saat ini, di pasaran domestik beredar berbagai macam jenis merk produk minuman sirup nata de coco baik produsen besar atau home industri dengan berbagai aneka rasa buah. produk sirup nata de coco memiliki pangsa yang cukup besar. permintaan biasanya pada musim panas, atau pada saat Hari Raya Lebaran. Sedangkan pada musim penghujan permintaan menurun.Untuk membuat minuman sirup nata de coco juga dapat dikerjakan dengan investasi yang rendah atau skala home industri. Harganya pun variatif tergantung cita rasa dan kreatifitas produk nya. Oleh karena itu, bisnis minuman sirup nata de coco masih sangat potensial untuk dijalankan baik oleh industri besar atau kecil. Teknik produksinya pun relatif mudah, alat yang dibutuhkan juga relatif sederhana.
Untuk menghasilkan produk minuman sirup nata de coco siap saji dan siap dipasarkan,  maka nata yang telah menjadi potongan-potong, diproses lebih lanjut dengan menambahkan bahan-bahan lain seperti gula, air, garam, dan food additives. Gula yang digunakan adalah sukrosa yang berasal dari tebu atau bit gula berfungsi sebagai pemanis, pengawet, penambah flavour dan memperbaiki tekstur. Gula memiliki efek menurunkan Aw (water activity) bahan makanan, sehingga mampu menghambat pertumbuhan mikrobia. Gula juga menyebabkan tekanan osmosa larutan sehingga dapat menyebabkan terjadinya plasmolisa dari sel-sel mikrobia. Dengan terjadinya plasmolisa, air keluar dari sel-sel mikroba, sehingga sel mikrobia akan mengering dan akhirnya akan mati. Untuk membuat nata dalam sirup, pilihlah gula pasir yang berkualitas baik, yaitu warna putih dan tidak tercemar kotoran. Gula yang kotor akan mengakibatkan nata berwarna kusam dan tidak transparan. Konsentrasi kemanisan gula perlu diperhatikan, tingkat kemanisan seberapa disukai konsumen.
Untuk meningkatkan daya simpan produk nata de coco kemasan, maka perlu ditambahkan bahan tambahan sebagai pengawet (Food additives). Bahan pengawet yang biasa digunakan adalah Natrium benzoat (C6H5COONa) berbentuk bubuk putih atau granular. Penggunaan Na-benzoat sebanyak 0.05 - 0.1 % sudah cukup efektif untuk menghambat pertumbuhan khamir dan bakteri.
Penambahan cita rasa /essence pada minuman nata de coco adalah untuk membuat produk lebih menarik dan dapat memberikan cita rasa khas seperti cita rasa pangan aslinya. Essence yang sering digunakan dalam memberikan cita rasa sirup nata de coco antara lain rasa coco jambu, pandan, leci, jeruk dan lain-lain.  Penggunaan cita rasa tiruan tergantung keperluan. Formula untuk membuat sirup nata de coco dalam kemasan tergantung kualitas produk dan pangsa pasar.
Kemasan berfungsi untuk melindungi produk, memberikan nilai estetik dan daya tarik. Karena itu design kemasan memiliki pengaruh yang besar terhadap kesuksesan penjualan di pasar. Kemasan dapat dibedakan berdasarkan jenisnya yaitu kemasan primer dan kemasan sekunder. Kemasan primer yaitu bila kemasan kontak langsung dengan bahan yang dikemas, sedangkan kemasan skunder yaitu kemasan yang fungsi utamanya  memberikan perlindungan terhadap kelompok unit kemasan, misalnya kotak karton sebagai kemasan luar. Kemasan primer biasa digunakan dalam pengemasan nata adalah cup plastik kapasitas 220 ml berbentuk gelas dengan berbagai model dan ketebalan. Kemasan cup plastik harus transparan bersih dari kotoran dan noda yang menempel, tidak cacat atau bocor.
Pengisian larutan sirup nata ke dalam kemasan harus dilakukan dengan segera setelah perebusan, minimal pada suhu 80˚C. Jika larutan dimasukan dalam kondisi suhu rendah akan memungkinkan produk mudah cepat rusak disebabkan terkontaminasi bakteri atau jamur yang berkembang pada produk kemasan minuman sirup nata. Pengisian larutan ke dalam kemasan cup dapat dilakukan dengan tangan atau menggunakan mesin. Cup diisi sesuai dengan berat yang telah ditentukan dapat dengan menggunakan alat penimbang. Ketepatan berat merupakan faktor ekonomis karena dapat mengurangi jumlah produk yang terbawa serta.
            Setelah larutan sirup nata dimasukan, maka proses penutupan cup plastik dengan lembaran plastik khusus harus segera dilakukan dengan menggunakan cup sealer. Plastik penutup dikatakan baik jika tidak berkerut, kencang, pinggiran tutup cup rapi dan diberi lidah, tutup cup rapat dan tidak bocor, tidak menggembung, dan tidak lengket karena gula. Produk cup sirup nata kemudian dikemas dengan menggunakan kertas karton.



Written by : Your Name - Describe about you

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam id libero non erat fermentum varius eget at elit. Suspendisse vel mattis diam. Ut sed dui in lectus hendrerit interdum nec ac neque. Praesent a metus eget augue lacinia accumsan ullamcorper sit amet tellus.

Join Me On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for visiting ! ::

0 komentar:

Posting Komentar

Blogger templates