Home » » Meningkatkan Nilai Ekonomis Limbah Cair Industri Tahu Dan Tempe Dengan Mengolah Menjadi Nata De Soya

Meningkatkan Nilai Ekonomis Limbah Cair Industri Tahu Dan Tempe Dengan Mengolah Menjadi Nata De Soya






Mitra Bisnis UKM
Jual Bakteri Acetobacter xylinum, Modul, Dan Konsultas


Nata de soya adalah nata berbahan baku limbah cair industri olhan kedelai seperti tahu dan tempe. Pada industri tempe, yang digunakan untuk pembuatan nata de soya adalah limbah cair dari perebesan kedelai, sedangkan pada industri tahu adalah limbah cair dari proses pengendapan. Limbah cair yang masih mengandung banyak nutrisi akan menjadi media yang baik untuk pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum. Nata de soya memiliki karakteristik kenampakan warna agak kecoklatan, memiliki cita rasa aroma khas kedelai saat setelah dipanen. Warna coklat dan aroma khas kedelai bisa dihilangkan dengan perebusan dan pencucian beberapa kali dengan menggunakan air bersih. Berikut ini adalah proses produksi pembuatan nata de soya dengan menggunakan bahan baku limbah industri tempe:
a). Bahan yang diperlukan
1.      50 liter limbah cair industry tahu atau tempe yang sudah asam (dibiarkan 3 hari)
2.      150 gram ZA 
3.       200 gram gula pasir
4.      Asam asetat atau cuka 250 ml (jika diperlukan untuk menurunkan pH 3-4) 
5.      Bibit nata (Acetobacter xylinum)
b). Proses Pembuatan:
1.      Penyiapan nampan
Siapkan nampan sejumlah yang dibutuhkan, jika kita menuang media larutan per nampan 1,2 liter, maka dibutuhkan 42 nampan untuk satu kali perebusan per 50 liter larutan. Nampan yang akan digunakan ditutup koran dan diikat dengan menggunakan karet ban.

2.      Penyaringan media
Limbah cair industri tempe atau tahu yang akan digunakan sebagai media pembuatan  nata disaring dengan kain kasa, agar kotoran-kotoran dan partikel kasar dapat dipisahkan.

3.      Perebusan
Perebusan dilakukan dengan menggunakan panci kapasitas 60 liter dengan menggunakan kayu bakar atau batu bara. Penambahan gula pasir dan asam cuka ke dalam media larutan, sambil dilakukan pengadukan. Jika larutan telah mendidih kemudian ditambahkan ZA.
4.      Inkubasi / Fermentasi
Larutan yang mendidih kemudian dituang pada nampan-nampan yang telah ditutup dengan menggunakan koran yang telah diikat dengan menggunakan karet ban. Kemudian disusun dalam rak-rak.  Setelah kurang lebih 8 jam sehingga larutan dalam  nampan menjadi dingin kemudian dilakukan inokulasi dengan menambahkan starter/bibit nata Acetobacter xylinum 10%.
5.      Pemanenan.
Setelah  pemeraman selama 7-10 hari, dilakukan pemanenan. Nata dengan kualitas baik dan nata terkontaminasi jamur dipisahkan. Nata terkena jamur dilakukan pengguntingan dan dibuang bagian yang terkena jamur.
6.      Pencucian
Nata hasil panen kemudian dicuci dengan menggunakan air bersih. Kemudian setelah dicuci bersih dapat disimpan dalam drum plastik dalam bentuk lembaran-lembaran atau dipotong-potong dengan menggunakan mesin pemotong atau secara manual dengan menggunakan pisau.
7.      Penyimpanan
Nata yang telah menjadi potongan kemudian disimpan dalam drum plastik dengan penambahan air sampai permukaan nata tertutup air. Perawatan dilakukan dengan cara penggantian air tiap 3 hari sekali.


 

 



Written by : Your Name - Describe about you

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam id libero non erat fermentum varius eget at elit. Suspendisse vel mattis diam. Ut sed dui in lectus hendrerit interdum nec ac neque. Praesent a metus eget augue lacinia accumsan ullamcorper sit amet tellus.

Join Me On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for visiting ! ::

0 komentar:

Posting Komentar

Blogger templates