Acetobacter aceti

Acetobacter aceti
Jual Aneka Culture Mikroba Untuk Riset

Enzim Selulase

Enzim Selulase
Jual Aneka Jenis Enzim Untuk Riset Dan Industri

Sweetzyme / Enzim Fructase

Sweetzyme / Enzim Fructase
Jual Aneka Jenis Enzim Untuk Riset Dan Industri. Telp 087731375234

Jual Ragi Tempe

Jual Ragi Tempe

Menyediakan Mesin Tepat Guna

Menyediakan Mesin Tepat Guna

BIO-MOCOF

BIO-MOCOF
BIO-MOCAF adalah formula untuk fermentasi pembuatan tepung mocaf

JUAL BIBIT NATA DE COCO (ACETOBACTER XYLINUM)

Mengenal Apa Itu Glukosa





Jual Enzim Alfa Amylase, Gluko Amylase, Fruktose/Sweetzime, Pectinase Selulase
Telp. 087731375234



Glukosa adalah merupakan salah satu komponen penyusun gula yang merupakan gula monosakarida. Glukosa memiliki rasa yang cukup manis dengan kadar brix di atas 70. Monosakarida adalah komponen penyusun karbohidrat yang merupakan sumber energi bagi manusia, hewan, dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil dari proses fotosintesis yang dilakukan oleh tanaman. Glukosa dalam bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa
Glukosa (C6H12O6berat molekul 180.18) adalah heksosa—monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon dan satu oksigen-nya membentuk cincin yang disebut "cincin piranosa", bentuk paling stabil untuk aldosa ber-karbon enam. Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen kecuali atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif, yang proporsinya 0.0026% pada pH 7.
Glukosa merupakan sumber energi yang banyak ditemukan dalam berbagai bahan seperti umbi-umbian, biji-bijian dan buah-buahan. Glukosa dapat dibentuk dari formaldehida pada keadaan abiotik. Glukosa memiliki kecenderungan tidak mudah bereaksi secara nonspesifik dengan gugus amino suatu protein dibandingkan dengan gula heksosa lainnya. Reaksi ini (glikosilasi) mereduksi atau bahkan merusak fungsi berbagai enzim. Rendahnya laju glikosilasi ini dikarenakan glukosa yang kebanyakan berada dalam isomer siklik yang kurang reaktif. Meski begitu, komplikasi akut seperti diabetes, kebutaan, gagal ginjal, dan kerusakan saraf periferal (‘’peripheral neuropathy’’), kemungkinan disebabkan oleh glikosilasi protein.
Melalui proses respirasi, terjadi berbagai reaksi enzimatis menyebabkan glukosa teroksidasi menyebabkan terbentuknya karbon dioksida dan air, menghasilkan energi, terutama dalam bentuk ATPGlukosa diperoleh melalui pemecahan polisakarida melalui proses enzimatis.

Potensi Pasar Produk Nata De Coco





Jual Bibit Nata De Coco (Acetobacter xylinum)
Telp. 087731375234

Produk minuman kemasan nata de coco memiliki pangsa pasar yang besar di Indonesia maupun manca negara. Permintaan produk nata de coco cukup tinggi karena banyak disukai banyak kalangan baik anak-anak atau orang dewasa. Minuman kemasan nata de coco memiliki cita rasa yang nikmat menyegarkan, disampin itu nata de coco memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga baik untuk kesehatan serta cocok bagi konsumen yang sedang melakukan diet. Nata de coco saat ini sudah semakin familier digunakan untuk berbagai makanan kecil antara lain puding, cocktail, manisan, es campur, dan lain-lain. Di pasar domestik, permintaan nata de coco biasanya meningkat tajam pada saat menjelang hari raya Lebaran, Tahun Baru, Natal, dan acara-acara penting lainnya. Banyaknya permintaan pada waktu-waktu tersebut menyebabkan banyak rumah tangga yang membuat usaha musiman nata de coco. Di bulan puasa, di kota-kota seluruh Indonesia banyak para pedagang kolak, es buah, cocktail, yang menggunakan bahan nata sebagai bahan campuran.

Permintaan produk minuman nata de coco meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini mendorong meningkatnya kebutuhan akan bahan baku nata de coco. Kebutuhan bahan baku nata de coco oleh industri besar mendorong para petani nata de coco meningkatkan produksinya. Hal ini juga berpengaruh meningkatnya kebutuhan bahan baku air kelapa. Permintaan industri minuman nata de coco masih terbilang tinggi dan sebagian belum terpenuh.Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku nata, industri minuman banyak bermitra dengan petani nata de coco.


Menangani Limbah Industri Tapioka





Jual Bibit Bakteri Acetobacter xylinum Untuk Produksi Nata De Cassava, Enzim Amylase
Jual Biomocaf
Telp. 087731375234



Tapioka adalah salah satu produk olahan singkong yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat di Indonesia dan juga masyarakat dunia. Indonesia termasuk produsen tapioka yang cukup besar terdiri dari produsen kecil maupun produsen besar. Indonesia memiliki pasar yang luas untuk produk tapioka baik domestik maupun luar negeri. Industri tapioka telah banyak menyerap tenaga kerja cukup besar dan meningkatkan kesejahteraan pada para petani. Industri tapioka cukup berkembang di daerah Jawa dan Sumatra.
Proses pembuatan tapioka memerlukan air untuk memisahkan pati dari serat. Pati yang larut dalam air harus dipisahkan. Akan tetapi, teknologi yang ada saat ini belum mampu memisahkan seluruh pati yang terlarut dalam air sehingga limbah cair yang dilepaskan ke lingkungan masih mengandung pati. Limbah cair akan mengalami dekomposisi secara alami dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Bau tersebut dihasilkan pada proses penguraian senyawa mengandung nitrogen, sulfur, dan fosfor dari bahan berprotein. Limbah tapioka banyak mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Hal ini yang menyebabkan nilai BOD agak tinggi. Selain itu, limbah tapioka juga mengandung asam sianida yang bersifat racun. Sianida adalah senyawa yang sangat beracun, larut dalam air, dan mudah menguap pada suhu kamar. Kandungan asam sianida (HCN) pada limbah tapioka kurang lebih 0,27 mg/L sedangkan baku mutu limbah cair tapioka adalah 0,3 mg/L. Tingginya asam sianida akan menyebabkan terhambatnya degradasi  limbah cair secara alami oleh mikroorganisme.
Limbah cair tapioka tersebut dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis yaitu nata de cassava. Limbah cair pada proses perendaman pati ini dapat dijadikan produk nata melalui proses fermentasi dengan menggunakan bakteri Acetobacer xylinum. Umumnya industri tapioka masih membuang limbah cair ini ke sungai atau selokan. Limbah cair tersebut masih mengandung nutrisi yang tinggi khususnya karbohidrat sehingga masih bisa dimanfaatkan.
Jika limbah cair tapioka tersebut tidak dimanfaatkan dan agar tidak mengganggu lingkungan maka limbah cair tersebut diolah terlebih dahulu sehingga memenuhi baku mutu yang aman jika dibuang ke lingkungan. Salah satu teknologi yang sering digunakan untuk mengolah limbah tapioka menjadi aman untuk dibuang ke lingkungan adalah dengan menggunakan penambahan mikroorganisme yang menguntungkan sehingga mampu mendegradasi limbah organik, seperti senyawa karbon, hidrogen, nitrogen, dan oksigen. Mikroorganisme ini memanfaatkan bahan organik untuk hidup seperti karbohidrat, protein, lemak, dan mineral lainnya yang ada dalam limbah cair tapioka.
Selain limbah cair, industri tapioka juga menghasilkan limbah padat yaitu berupa ampas singkong atau sering disebut onggok. Ampas singkong (onggok) ini merupakan hasil dari produk sampingan dari pemerasan parutan singkong untuk diambil patinya. Onggok singkong biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak sapi atau kambing atau dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk. Selain itu, onggok juga dapat dimanfaatkan untuk membuat pelet pakan ikan. Supaya onggok dapat bertahan lama, perlu dilakukan proses pengeringan. Pemanfaatan limbah padat tapioka menjadi produk yang bernilai ekonomis merupakan solusi tepat untuk penanganan limbah.