Jual Ragi Tempe

Jual Ragi Tempe

Menyediakan Mesin Tepat Guna

Menyediakan Mesin Tepat Guna

BIO-MOCOF

BIO-MOCOF
BIO-MOCAF adalah formula untuk fermentasi pembuatan tepung mocaf

JUAL BIBIT NATA DE COCO (ACETOBACTER XYLINUM)

JUAL ASPERGILLUS NIGER





Telp. 087731375234



Aspergillus niger adalah adalah jenis fungi diklasikasikan genus Aspergillus bersifat aseksual, meskipun bentuk sempurna (bentuk yang bereproduksi secara seksual) telah ditemukan. Aspergillus banyak ditemukan di berbagai tempat di alam. Aspergillus niger umumnya ditemukan tumbuh sebagai saprofit pada daun mati, bahan makanan yang disimpan, tumpukan kompos, dan vegetasi yang membusuk lainnya.
Penggunaan utama dari A. niger adalah untuk produksi enzim dan asam organik dengan cara fermentasi. Aspergillus niger juga digunakan untuk menghasilkan asam organik seperti asam sitrat dan asam glukonat. Sejarah penggunaan yang aman untuk Aspergillus niger terutama berasal dari penggunaannya dalam industri makanan untuk produksi banyak enzim seperti aamylase, amiloglukosidase, selulase, laktase, invertase, pectinases, dan protease asam.
Seperti halnya jamur pada umumnya, taksonomi Aspergillus terutama didasarkan pada ciri-ciri morfologi, bukan, fitur fisiologis dan biokimia karakteristik genetik sering digunakan untuk mengklasifikasikan bakteri. Genus Aspergillus biasanya didefinisikan sebagai jamur saprophytic aseksual yang menghasilkan konidia hitam atau coklat besar dengan phialides yang diatur dalam kepala bulat memancar dari vesikel atau conidiophore bola.

Teknik Mengolah Kopi Yang Baik Dan Benar




Jual Lactobacillus plantarum untuk fermentasi biji kopi
Telp. 087731375234


Kopi adalah salah satu komoditas pertanian yang sangat digemari di seluruh dunia. Selain cita rasa nya yang nikmat dan mengusir rasa kantuk, minum kopi telah menjadi tradisi yang kuat bagi banyak kalangan merekatkan nilai-nilai kekeluargaan, kebersama antara teman bisnis, keluarga, teman ngobrol, dan lain-lain. Oleh karena itu, kopi telah menjadi komoditas unggulan semenjak dahulu hingga sekarang. Oleh karena itu, kopi merupakan bisnis yang sangat menjanjikan karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan diminati banyak kalangan. Selain itu, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi yang cukup besar sehingga ketersediaannya cukup melimpah. Wilayah subtropis dan tropis merupakan lokasi yang baik untuk budidaya kopi.
Jenis kopi yang paling banyak digunakan adalah jenis kopi arabika dan robusta, masing-masing biji kopi memiliki cita rasa tersendiri dari daerah asalnya masing-masing. Kopi arabika hanya dapat tumbuh pada negara-negara yang beriklim tropis dan sub-tropis di ketinggian 600 – 2000 m diatas permukaan laut dengan suhu rata-rata  yang berkisar antara 18°C-26°C. Kopi Robusta memiliki cita rasa yang lebih pahit dan memiliki rasa asam. Selain itu kopi robusta lebih tahan terhadap hama dan penyakit tanaman lainnya. Kopi robusta relatif lebih bisa tumbuh diberbagai daerah dibandingkan dengan arabika. Kopi arabika juga memiliki rasa yang lebih ringan dan tidak asam seperti robusta. Dengan rasa yang lebih ringan ini membuat kopi arabika lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat.
Jika kita ingin berbisnis mengolah kopi, sebaiknya kita belajar dahulu bagaimana mengolah kopi yang baik dan benar. Ada beberapa cara dalam mengolah minuman kopi, dari cara yang tradisional sampai ke cara yang lebih modern dengan menggunakan teknologi. Pada awal jaman ditemukannya kopi pertama kali, kopi dikonsumsi dengan cara dimakan bersama lemak hewan dan anggur. Nah, setelah kopi sampai di daratan Arab pengolahan kopi mulai berubah, pada saat itu orang-orang Arab mengkonsumsinya dengan cara merebusnya terlebih dahulu lalu diminum. Ada dua cara penyajian kopi yang umum dilakukan yaitu sebagai berikut:
1.) Kopi Seduh atau yang kita lebih kenal dengan kopi tubruk merupakan jenis pengolahan yang paling umum digunakan dalam mengolah minuman kopi. Cara membuat kopi tubruk sangatlah mudah dan semua orang dapat melakukannya, hanya dengan menuangkan bubuk kopi kedalam gelas lalu diseduh dengan air panas. Sisi negatif dalam membuat kopi tubruk adalah dengan ampasnya, dimana setelah kita olah tidak dapat langsung dikonsumsi dan harus menunggu sampai ampasnya turun. Tapi kopi tubruk juga dapat disajikan dengan gelas presser yang berguna untuk menyaring ampas kopi tersebut.
2.) Mungkin yang satu ini agak kedengaran asing, yaitu Espresso Brewing. Cara ini merupakan sebuah jenis pengolahan kopi menggunakan mesin bertekanan tinggi yang mengekstraksi kopi yang menghasilkan intisari kopi dan crema. Jenis pengolahan ini sering kita jumpai apabila kita datang ke sebuah cafe ataupun coffee shop dimana pengolahannya menggunakan mesin espresso. Espresso juga memiliki cita rasa serta kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kopi tubruk dan tidak memiliki ampas. Tidak semua orang dapat mengoperasikan serta mengolah kopi dengan mesin espresso, harus memiliki keahlian jika ingin teknik pengolahan ini. Orang yang dapat mengoperasikan mesin espresso disebut sebagai Barista, tidak hanya sebagai sebutan Barista juga telah menjadi deskripsi pekerjaan pada zaman ini.
Pengolahan Kopi Biji menjadi Kopi Bubuk Arabika
1. Pengupasan Kulit Ari (Kulit Tanduk)
Pemisahan ini bertujuan untuk memisahkan biji kopi yang sudah kering dari kulit tanduk dan kulit ari. Proses ini bisa kita kerjakan dengan manual atau agar hasil yang didapat lebih optimal bisa dengan menggunakan mesin pengupas biji kopi.
         Sortasi Biji Cacat
Tahap ini dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan kopi dari kopi berkulit tanduk dan juga dari kotoran seperti pasir, kerikil, ataupun kotoran lainnya yang masih menempel.
         Penyangraian
Kunci dari pengolahan kopi bubuk itu terletak pada proses penyangraiannya. Pernyangraian ini bertujuan untuk mendapatkan biji kopi yang berwarna cokelat kehitaman. Proses penyangraian ini bisa dilakukan dengan cara yang cukup sederhana, yaitu dengan menggunakan wajan penggoreng dengan api sedang. Selanjutnya kopi didinginkan dan dihamparkan pada sebuah tampi dan dibiarkan sampai kopi benar-benar dingin.
         Penggilingan Pertama
Setelah biji kopi sudah menjadi dingin, langkah selanjutnya yaitu penggilingan, proses penggilingan ini bertujuan untuk mendapatkan bubuk kopi, bisa dilakukan dengan menggunakan mesin penggiling biji kopi.
         Penggilingan Kedua
Penggilingan biji kopi yang kedua ini bertujuan agar bubuk kopi yang dihasilkan bisa menjadi lebih halus secara sempurna. Penggilingan yang kedua ini bisa dilakukan dengan menggunakan mesin yang sama.
         Pengayakan
Pengayakan kopi dilakukan untuk menyaring kopi bubuk yang telah digiling oleh mesin. Pengayakan dilakukan menggunakan ayakan manual terbuat dari plastik. Untuk mendapat hasil pengolahan yang optimal. Proses pengolahan kopi bubuk sebaiknya dilakukan secara kelompok. Unit produksinya diharapkan menjadi salah satu bagian integral dari kegiatan pengolahan produk primernya sehingga pasakon bahan baku terjamin.
Semoga Sukses… 


Proses Pembuatan Kecap







Jual Ragi Kecap Aspergillus oryzae, Aspergillus sojae
Telp. 087731375234


                Dalam pembuatan kecap meliputi dua tahap, pertama merupakan tahap penjamuran (fermentasi oleh kapang) dan fermentasi dalam larutan garam:
1. Penjamuran
                Penjamuran merupakan fermentasi tahap awal dalam pembuatan kecap. Tujuan utama dari penjamuran ini adalah untuk mengembangbiakkan jamur dan menghasilkan enzim proteolitik dan amilolitik. Penjamuran ini berlangsung selama 3 hari dengan suhu 20-30oC. hasil penjamuran ini biasa disebut koji (Zubaidah, 1998). Proses penajmuran ini hampir sama dengan proses pembutan tempe dan biasanya digunakan jamur tempe (Rhizopus oligosporus).
                Pada fermentasi pertama (penjamuran) dihasilkan enzim protease yang menghidolisis komponen protein 65-90% menjadi bentuk terlarut, aktivitas protease optimal pada pH 20,5oC selama 5 hari. Selain enzim protease juga terdapat enzim a-amilase yang merombak pati (polisakarida) menjadi glukosa sehingga terjadi kenaikan gula reduksi. Selama penjamuran terjadi kenaikan pH karena adanya aktivitas enzim proteolitik dan menghidrolis protein menjadi komponen peptida, pepton, dan asam-asam amino (Rahayu, 1989).
                Peningkatan mutu gizi dikarenakan aktivitas mikroba selama pengolahan dan fermentasi, karena kapang menghidrolisis sebagian selulosa menjadi bentuk yang lebih mudah dicerna. Protein dihidrolisis menjadi dipeptida, peptida dan asam-asam amino. Lemak dipecah oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Dan terjadinya peningkatan kadar vitamin B12, asam fitat terutai sehingga fosfor dan biotin dapat dimanfaatkan tubuh (Tofurky, 2001).
2.Fermentasi II (Perendaman dalam larutan garam)
                Fermentasi dalam larutan garam dilakukan setelah proses penjamuran, dengan perbandingan koji dengan larutan garam 1:2. mikroba utama pada fermentasi ini adalah Aspergilus oryzae dan Aspergilus soyae, bakteri-bakteri asam laktat dan yeast yang toleran terhadap kadar garam tinggi (Rahayu, 1989). Mekanisme fermentasi pada tahap ini meliputi:
Fermentasi asam laktat oleh BAL (Bakteri Asam Laktat).
                Terjadi pada 3-6 bulan pertama, protein dan karbohidrat oleh enzim yang berasal dari Aspergillus oryzae. Proses hidrolisis protein terhambat pada saat terjadi pencampuran kedelai dengan larutan garam dan mulai meningkat setelah fermentasi berlangsung 2 minggu (Kumalaningsih, 1990). Pada konsentrasi garam tinggi (20%) BAL terutama Pediococcus soyae masih bisa tumbuh baik dan menghasilkan asam laktat sehingga pH turun sampai 4,5. Bakteri ini berperan dalam pembentukan aroma dan flavor spesifik pada kecap (Rahayu, 1989).
                Fermentasi alcohol oleh khamir osmofilik (Saccaromyces rouxii). Setelah fermentasi oleh BAL dimana pH turun menjadi 4,5 akan mendorong pertumbuhan yeast (Saccaromyces rouxii). Yeast ini akan mengubah glukosa dan maltosa menjadi etanol dan gliserol yang merupakan komponen penyedap aroma dan flavor pada kecap. Perubahan ini terjadi setelah bulan ke-6 perendaman.
                Fermentasi Akhir. Fermentasi akhir merupakan penyempurnaan dimana khamir dan bakteri melanjutkan fermentasi, dengan pH akhir 4,7 – 4,8 dengan kadar garam akhir 18% sehingga menurunkan bahaya bakteri pembusuk.Selama fermentasi kedua (penggaraman) berlangsung terjadi perubahan-perubahan senyawa protein, lemak, dan karbohidrat menjadi senyawa yang sederhana (matulessy, dkk, 1991). Dalam fermentasi kecap hidrolisis protein menjadi senyawa yang lebih sederhana disebabkan oleh aktivitas beberapa enzim, diantaranya enzim proteolitik yang akan merubah protein menjadi asam-asam amino selanjutnya diubah menjadi amin, asam keton, NH3, dan CO­2.