Jual Ragi Tempe

Jual Ragi Tempe

Menyediakan Mesin Tepat Guna

Menyediakan Mesin Tepat Guna

BIO-MOCOF

BIO-MOCOF
BIO-MOCAF adalah formula untuk fermentasi pembuatan tepung mocaf

JUAL BIBIT NATA DE COCO (ACETOBACTER XYLINUM)

Mengolah Singkong Menjadi Nata De Cassava


Jual Bibit Nata (Acetobacter xylinum)
087731375234

Singkong adalah salah satu komoditas pertanian unggulan Indonesia. Singkong telah banyak diolah menjadi aneka produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi diantaranya adalah; tapioka, tepung mocaf, bioetanol, casapro, pakan ternak, dan berbagai aneka makanan camilan.  saat ini, singkong telah dikembangkan menjadi nata de cassava-bahan baku minuman kemasa. Pengolahan singkong menjadi nata de cassava merupakan temuan yang sangat bermanfaat bagi industri minuman karena bisa menjadi subtitusi  nat de coco yang kebutuhannya sangat tinggi. Industri minuman nata de coco memiliki permintaan yang sangat tinggi karena selain memiliki pasar domestik juga pasar manca negara. Kebutuhan pabrik minuman nata de coco masih belum terpenuhi secara maksimal, karena masih terkendala keterbatasan bahan baku air kelapa. Nata de cassava yang berbahan baku singkong memiliki keunggulan bahan baku yang melimpah dan karakteristik natanya tidak beraroma menyengat, serta lebih kenyal tidak terlalu alot.
Nata de cassava secara tampilan mirip dengan nata de coco yaitu berbentuk jel, warna putih, kenyal, berserat tinggi. Nata de cassava lebih lunak tidak alot, dan aroma nya tidak terlalu menyengat dibanding dengan nata de coco-nata berbahan baku air kelapa. Nata merupakan bahan baku produk minuman kemasan yang sudah sangat popular dan banyak disukai kalangan. Saat ini kebutuhan air kelapa untuk industi nata de coco semakin bersaing, seiring dengan tingginya permintaan nata de coco. Ketersediaa bahan baku singkong yang melimpah menjadi keunggulan tersendiri pengembangan industry nata de cassava sebagai subtitusi nata de coco. Urutan proses pembutan nata de cassava adalah sebagai berikut:
1. Pengupasan
Singkong yang telah ditimbang, kemudian dikupas dengan menggunakan pisau. Kemudian singkong yang telah dikupas ditampung dalam ember yang berisi air agar tidak terjadi penambahan asam sianida yang menyebabkan warna singkong menjadi biru dan berasa pahit.
2. Pencucian
Singkong yang telah dikupas, kemudian dicuci hingga bersih dengan menggunakan air yang mengalir.
3. Pemarutan
Proses pemarutan dilakukan dengan menggunakan mesin pemarut. Proses pemarutan dengan menggunakan mesin pemarut lebih efesien dan lebih cepat.
4.Pengenceran
Singkong yang telah diparut kemudian diencerkan dengan penambahan air bersih kurang lebih 50 liter per 5 Kg umbi singkong yang telah dikupas. Air yang digunakan untuk pengenceran harus dengan menggunakan air yang bebas dari bahan kimia seperti kaporit atau tercemar bahan kimia lainnya.
5. Perebusan I
Tambahkan enzim αlfa-amilasi sebanyak 10-15 ml. Kemudian lakukan pengadukan sampai merata. Setelah mendidih, larutan diangkat kemudian pada saat proses pendinginan mencapai suhu kurang lebih 60-65˚C ditambahkan enzim gluco-amylase sebanyak 10-15 ml, biarkan sampai dingin kurang lebih 2-3 hari.
6.Penyaringan
Setelah larutan menjadi dingin lakukan penyaringan dan pemerasan/pengepresan dengan menggunakan kain atau menggunakan alat pengepres mekanik.
7.Perebusan II
Larutan sebanyak 50 liter yang telah disaring dan dipisahkan ampasnya, kemudian direbus lagi. Kemudian tambahkan asam asetat sebanyak 200 ml. Setelah mendidih tambahkan ZA (ammonium sulfat) food grade sebanyak 150 gram.
8.Fermentasi / inkubasi
Siapkan nampan bersih, tutup koran dengan diikat karet ban secara melingkar pada bagian tepi nampan, lalu susun pada rak. Jika media larutan singkong telah mendidih, kemudian buka salah satu bagian ujung nampan, tuangkan larutan dalam keadaan mendidih ke dalam nampan kemudian ditutup kembali dan diikat dengan tali karet ban, disusun tumpuk bersilangan hingga 6-8 nampan di rak. Setelah dingin, kemudian diinokulasi dengan penambahan bibit Acetobacter xylinum sebanyak 10 % atau kurang lebih 100-120 ml, biarkan hingga 8-10 hari.


Peran Enzim Selulase Dalam Industri





Jual Enzim Selulase, Gluco Amylase, Alfa Amylase
087731375234



Selulase adalah nama bagi semua enzim yang memutuskan ikatan glikosidikbeta-1,4 di dalam selulosa, sedodekstrin, selobiosa, dan turunan selulosalainnya.Selulase tidak dimiliki oleh manusia, karena itu manusia tidak dapatmenguraikan selulosa. Tetapi hal ini dapat dilakukan oleh beberapa hewanseperti kambing, sapi, dan insekta seperti rayap karena dalam sistempencernaannya mengandung bakteri dan protozoa yang menghasilkan enzimselulase yang akan menghidrolisis (mengurai) ikatan glikosidik beta-1,4.Reaksi yang ditimbulkan oleh selulase saat mengurai selulosa adalahhidrolisis, maka selulase diklasifikasikan ke dalam jenis enzim hidrolase.
Selulosa adalah senyawa organik yang paling melimpah di alam.• Ada dua tipe dasar selulosa yang terdapat di alam, yaitu pektoselulosa, seperti rami yang mengandung 80% selulosa dan lignoselulosa yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa, dan lignin.• Sebagai senyawa utama penyusun dinding sel tanaman, selulosa mencakup sekitar 30% darikeseluruhan material tumbuhan (90% dari kapas dan 50% dari kayu merupakan selulosa.• Selulase termasuk dalam jenis enzim yang dihasilkan oleh jamur, bakteri, dan protozoa yang mengkatalisis cellulolysis yang termasuk hidrilosis dari selulosa. Namun sellulase juga dapat di hasilkan oleh organisme lain seperti tumbuhan dan hewan.• Selulosa adalah gabungan glukosa-glukosa yang diikat oleh ikatan yang dinamakan dengan ikatan glikosidik beta – 1, 4.
 Glukosa adalah gula sederhana yang disebut dengan monosakarida, sedangkan selulosa adalah polisakarida karena tersusun atas beberapa gula sedehana. Polisakarida jenis selulosa ini adalah bahan struktural utama dari kayu dan tetumbuhan yang tidak larut dalam air.• Keberadaan selulosa dibumi sangat melimpah, karena dalam skala global tumbuhan hampir 100 miliar ton selulosa pertahun.
 Enzim selulase bersifat tidak larut dalam air karena mirip dengan serat.• Enzim selulase berfungsi untuk mengurai ikatan glikosisdik beta – 1, 4.• Enzim selulase dapat mengurai sel dinding selulosa tanaman yang dimakan oleh hewan herbivora dan dapat mencerna serat.• Selulase digunakan untuk pengolahan makan seperti kopi. Ialu melakukan hidrolisis selulosa selama pengeringan biji. Selanjutnya, selulase secara luas digunakan dalam industri tekstil dan deterjen. Mereka juga telah digunakan dalam industri pulp dan kertas untuk berbagai keperluan, dan mereka bahkan digunakan dalam aplikasi farmasi.
Selulase digunakan dalam fermentasi biomassa ke biofuel, walaupun proses ini relatif eksperimental saat ini.• Selulase digunakan sebagai pengobatan untuk Phytobezoars, suatu bentuk selulosa bezoar ditemukan di perut manusia.• Selulosa merupakan homopolisakarida, dengan glukosa sebagai monomernya. Molekul selulosa berbentuk linier dan tak bercabang, dan terdiri dari 10.000-15.000 unit D-glukosa (Lehninger, 2008).
 Selulosa adalah polisakarida linear dari residu glukosa yang dihubungkan dengan hubungan ß- 1, 4. Seperti kitin tidak cross-linked.• Selulosa kristal asli tidak larut dan terjadi sebagai serat dari hidrogen padat, terikat, rantai anhydroglucose 15 samapi 10.000 unit glukosa.• Kepadatan dan kompleksitasnya membuatnya sangat tahan terhadap hidrolisis tanpa kimia pendahuluan atau degradasi mekainik atau bengkak
Tiga jenis umum enzim membentuk enzim selulase yang komplesks.• Seluruh obligasi Endocellulase internal untuk mengganggu struktur kristal selulosa dan mengekspos rantai polisakarida selulase individu.• Excocellulase memotong 2-4 unit dari ujung-ujung rantai terkena yang diproduksi oleh endocellulase, mengakibatkan tetrasakarida atau disakarida seperti selobiosa.• Selobiase atau hydrolyses betaglukosidase produk endocellulase menjadi monosakarida individu.• Dalam jenis diatas ada juga jenis progesif dan non progesif. Selulase progesif akan terus berinteraksi dengan untaian polysacchaide tunggal, selulase non- progesif akan berinteraksi sekali kemudian melepaskandiri dan terlibat lagi untaian polysacchaide.
Mikroba penghasil selulase umumnya merupakan pengurai karbohidrat dan tidak dapat memanfaatkan protein atau lipid sebagai sumber energi.• Mikroorganisme ini adalah Trichoderma viride, yang akhirnya diberi nama Trichoderma reesei pada tahun 1977• Mikroba penghasil selulase terutama bakteri Cellulomonas dan Cytophaga serta kebanyakan fungi dapat mengutilisasi berbagai jenis karbohidrat lainnya selain selulosa, sedangkan spesies mikroba selulolitik anaerobik terbatas pada selulosa dan/atau produk hidrolisisnya.  Tidak semua mikroorganisme dapat mengutilisasi selulosa sebagai sumber energi yang menghasilkan kompleks enzim selulase yang lengkap. Hanya beberapa strain yang dapat menghasilkan kompleks enzim selulase yang terdiri dari tiga komponenutama yaitu endo-β-glukanase, ekso-β-glukanase, dan β-glukosidase.  T. reesei merupakan salah satunya dengan kemampuan menghasilkan enzim selulase dalam jumlah besar. Mikroba yang digunakan secara komersial untuk produksi enzim selulase umumnya terbatas pada T. reesei, H. insolens, A. niger, Thermomonospora fusca, dan Bacillus sp. (Sukumaran dkk, 2005).  Keuntungan penggunaan T. reesei adalah enzim selulase yang dihasilkan telah lengkap dengan semua komponen yang diperlukan untuk menghidrolisis selulosa dan perolehan protein selulase yang tinggi dapat dicapai.
 Enzim Selulase digunakan untuk :• Melembutkan sayur-sayuran dengan mencernakan sebagian selulosa sayur itu.• Mengeluarkan kulit dari biji seperti gandum.• Mengasingkan agar-agar dari rumpai laut dengan menguraikan dinding sel daun rumpai dan membebaskan agar-agar yang terkandung dalamnya. Beberapa jenis industri yang memanfaatkan enzim selulase di antaranya industri tekstil, makanan, deterjen, dan kertas.• Menipisnya cadangan bahan bakar fosil yang dapat ditambang dengan teknologi masa kini mendorong pemanfaatan enzim selulase untuk biokonversi bahan lignoselulosa menjadi sumber energi.• Berikut dijabarkan mengenai industri dengan enzim Selulase :
 1).Industri tekstil • Selulase merupakan enzim yang paling sukses digunakan dalam pemrosesan tekstil basah, terutama bagian proses akhir tekstil berbasis selulosa, dengan tujuan meningkatkan kualitas. • Selulase umumnya digunakan untuk biostoning bahan jeans dan biopolishing kapas dan pabrik selulosa lainnya.
 2). Industri deterjen • Dibandingkan dengan enzim hidrolase lainnya di dalam deterjen, selulase tergolong unik. Jika enzim hidrolase lain seperti amilase dan lipase umumnya menyerang substrat yang terdapat pada kotoran atau noda, enzim selulase menghidrolisis selulosa pada kapas atau paduannya untuk memberi keuntungan dalam pencucian dan perawatan bahan.
 3). Industri makanan dan minuman • Produksi jus buah dan sayur memerlukan pengembangan metode ekstraksi, klarifikasi, dan stabilisasi. • Selulase memiliki aplikasi penting bersama-sama dengan xilanase dan pektinase yang digunakan dalam ekstraksi dan klarifikasijus buah dan sayuran untuk meningkatkan perolehan jus. • Penggunaan enzim tersebut meningkatkan stabilitas dan tekstur cairan dan mengurangi viskositas sari buah tropis seperti mangga, pepaya, prem, dan pir. • Tekstur, rasa, dan aroma dari buah dan sayur dapat ditingkatkan dengan mengurangi rasa pahit berlebihdengan infusi enzim pektinase dan β- glukosidase.
 4). Industri kertas dan pulp • Proses pulping mekanik dengan menggunakan selulase dapat menghemat energi 20-40% selama refining dan meningkatkan kekuatan lembaran. • Endoglukanase juga dapat mengurangi viskositas pulp dengan menurunkan derajat hidrolisis. • Selulase sendiri atau campurannya dengan xilanase dapat digunakan untuk proses deinking berbagai jenis limbah kertas. • Keuntungan penggunaan enzim untuk proses deinking adalah mengurangi penggunaan alkali, meningkatkan kecerahan fiber, mempertahankan kekuatan kertas, dan mengurangi partikel-partikel halus dalam pulp. Akan tetapi penggunaan enzim untuk proses deinking tidak boleh berlebihan karena dapat mengurangi ikatan antarfiber (Kuhad dkk, 2011).
5). Biofuel • Bahan lignoselulosa (selulosa, hemiselulosa, dan lignin) sangat berlimpah sehingga berpotensi besar menjadi sumber bioenergi yang murah. • Mikroorganisme dengan sistem selulase yang berpotensi untuk mengubah biomassa menjadi alkohol secara langsung telah ditemukan. Akan tetapi, proses produksi komersial masih memerlukan biaya tinggi sehingga tidak dapat berkompetisi dengan produk dari bahan baku lain. • Beberapa faktor dalam proses mengurangi produktivitas biofuel di antaranya inhibisi produk terhadap enzim selulase, deaktivasi termal, ikatan nonspesifik pada lignin, dan adsorpsi irreversibel enzim pada substrat yang heterogen (Kuhad dkk, 2011). • Saat ini, proses yang mungkin dilakukan adalah produksi bioetanol dari bahan lignoselulosa secara multitahap
 Berbagai aplikasi dari enzim selulase menjadikannya sangat potensial untuk diproduksi,terutama di Indonesia.• Pengembangan terbaruaplikasi selulase adalah pembuatan biofuel dengan bahan baku selulosa.• Indonesia merupakan negara pertanian, dengan produksi padi yang cukup besar. Menurut angka ramalan dari data BPS tahun 2011, luas lahan pertanian padi Indonesia mencapai 13,26 juta hektar dengan produksi padi rata-rata 5 ton/hektar..• Menurut BadanLitbang Departemen Pertanian, tiap hektar sawah dapat menghasilkan 12-15 ton jeramisegar untuk sekali panen. Hal ini menunjukkan betapa besarnya limbah pertanianIndonesia jika tidak dimanfaatkan.
Jerami padi tersebut umumnya dibakar untuk dijadikan pupuk dan sebagian sebagai pakan ternak. Mengingat kandungan selulosa yang cukup tinggi dalam jerami tersebut yaitu sekitar 30% (Lehninger, 2008), maka bahan tersebut sangat potensial untuk menghasilkan enzim selulase.• Di samping jerami padi, Indonesia juga memiliki bahan baku potensial lainnya untuk produksi enzim selulase, seperti tandan kosong kelapa sawit, tanaman nonpangan dengan kandungan lignoselulosa tinggi seperti jarak pagar (Jatropha curcas), mabai (Pongamia pinnata), nyamplung (Calophyllum inophyllum), dan tanaman berkayu tumbuh cepat seperti akasia (Acacia sp.), cemara (Casuarina equisetifolia), kayu putih (Eucalyptus sp.) dan tanaman lainnya (Soerawidjaja, 2009).• Terjadinya krisis energi global yang mendorong pemanfaatan enzim selulase untuk menghasilkan biofuel. Pemanfaatan bahan baku yang mengandung lignoselulosa untuk menghasilkan enzim selulase dapat diintegrasikan dengan proses produksi bioetanol dari bahan tersebut. Hal ini dapat mengurangi biaya produksi di samping mengatasike butuhan akan sumber energi alternatif.

Sukses Beternak Ayam Broiler





Jual Probiotik Untuk Peternakan unggas
087731375234



Ayam Pedaging (Broiler) adalah merupakan ayam ras yang permintaannya cukup tinggi di Indonesia, oleh karena itu pangsa pasarnya cukup besar.Keunggulan ayam broiler adalah mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat 35-40 hari.Ayam broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak.Di Indonesia peternakan ayam broiler cukup banyak, baik perusahaan besar atau peternak kecil.Pasar ayam broiler masih terbuka lebar, ini merupakan peluang bisnis yang masih menjajikan.Sebelum memulai bisnis budidaya ayam broiler penting sekali untuk dipertimbangkan aspek pasar yaitu kemana harus menjual hasil panen dan harga jual, lokasi budidaya yang stategis tidak mengganggu lingkungan, teknik budidaya, manajemen kesehatan ternak, ketersediaan pakan, dan analisa ekonomi. Secara sederhana teknik budidaya ayam broiler adalah sebagai berikut:
A. Pemilihan Bibit
Bibit yang baik mempunyai ciri : sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih
B. Pemilihan Lokasi Ideal
Lokasi kandang.Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, udah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.Pergantian udara dalam kandang.Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida.Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.Kemudahan mendapatkan sarana produksi. Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.
C. Tata Laksana Pemeliharaan
1. Pemeliharaan awal 

Tipe kandang ayam Broiler ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter).Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.
Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.
2. Pakan
Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan.Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi.Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap. Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20 %.Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya.Penambahan POC NASA lewat air minum dengan dosis 1 – 2 cc/liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler. Dapat juga digunakan VITERNA Plus sebagai suplemen khusus ternak dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari, yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak dan lengkap.
Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.
Contoh perhitungan :Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah :
Berat total ayam hasil panen =1000 x 2 = 2000 kg
FCR = 3125 : 2000 = 1,6
Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi).Penggunaan POC NASA atau VITERNA Plus dapat menurunkan angka FCR tersebut.
3.  Vaksinasi
Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami.Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo.Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.

4. Penyakit Pada Ayam Broiler
i. Tetelo (Newcastle Disease/ND).
Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah.Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat.Setelah 1 – 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.
ii. Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD).
Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan Reovirus.Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar.Sering menyerang pada umur 36 minggu.Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar.Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.
iii. Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease).
Merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas.Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan.Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat.Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai. .
iv.Berak Kapur (Pullorum).
Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur.Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum.Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi.Penularan melalui kotoran.Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres.Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek.Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis.Penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan.
Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian multi-vitamin yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuhVitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.

5. Sanitasi/Cuci Hama Kandang
Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen.Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya.Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang.Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit.Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.