Acetobacter aceti

Acetobacter aceti
Jual Aneka Culture Mikroba Untuk Riset

Enzim Selulase

Enzim Selulase
Jual Aneka Jenis Enzim Untuk Riset Dan Industri

Sweetzyme / Enzim Fructase

Sweetzyme / Enzim Fructase
Jual Aneka Jenis Enzim Untuk Riset Dan Industri. Telp 087731375234

Jual Ragi Tempe

Jual Ragi Tempe

Menyediakan Mesin Tepat Guna

Menyediakan Mesin Tepat Guna

BIO-MOCOF

BIO-MOCOF
BIO-MOCAF adalah formula untuk fermentasi pembuatan tepung mocaf

JUAL BIBIT NATA DE COCO (ACETOBACTER XYLINUM)

JUAL BAKTERI ACETOBACTER XYLINUM (BIBIT NATA)





Telp. 087731375234



Acetobacter xylinum adalah bakteri yang banyak dimanfaatkan untuk proses pembuatan nata de coco. Bakteri ini termasuk bakteri non-pathogen yang menghasilkan selulosa yang kemudian disebut nata. Pertumbuhan Acetobacter xylinum dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah kandungan nutrisi meliputi jumlah karbon dan nitrogen, tingkat keasaman media, pH, temperatur, dan udara (oksigen). Suhu optimal pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum pada 28 - 31˚ C, pH optimal 3 - 4, memerlukan oksigen sehingga dalam fermentasi tidak ditutup dengan bahan kedap udara sehingga tidak memungkinkan udara masuk sama sekali. Tutup juga berfungsi untuk mencegah kotoran masuk ke dalam media yang dapat mengakibatkan kontaminasi mikroba lain seperti jamur, yeast dan bakteri. Apabilia terjadi kontaminasi maka bisa menyebabkan kegagalan dalam pembentukan selulosa (nata) atau tidak optimal.
Dalam proses penumbuhan atau pengembangbiakan bakteri Acetobacter xylinum  hendaklah dipilih yang pertumbuhannya bagus hal ini dapat dilihat dari nata yang dihasilkan pada umur kurang lebih sekitar 7-10  hari dengan ketebalan berkisar 1.0 – 1.2 cm. Bibit yang baik akan menghasilkan nata dengan ketebalan yang optimal dengan waktu yang normal yaitu  7-10  hari dengan ketebalan berkisar 1.0 – 1.2 cm. Bibit yang telah lama akan mengalami pertumbuhan yang lebih lama sehingga perlu diregenerasi terlebih dahulu. Bibit yang telah terkontaminasi sebaiknya tidak digunakan, karena bibit yang telah terkontaminasi akan menular terus dan menyebabkan nata yang dihasilkan tidak optimal bahkan mengalami kegaglan sama sekali dalam proses pembuatan nata de coco.





Mengolah Singkong Menjadi Gula











Jual Enzim Alfa Amylase, Gluco Amylase, Sweetzime / Isomerase, Beta Amylase
Telp. 087731375234

Gula adalah merupakan salah satu bahan yang diperlukan oleh manusia sebagai pemberi rasa manis dan juga sebagai sumber energi. Ada beberapa jenis gula yang umum dibutuhkan manusia diantaranya adalah; glukosa, sukrosa, maltose, fruktosa. Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang fruktosa. Fruktosa adalah monosakarida yang ditemukan di banyak jenis tumbuh-tumbuhan, madu,bunga dan sayurang. Fruktosa  merupakan salah satu dari tiga gula darah penting bersama dengan glukosa dan galaktosa, yang bisa langsung diserap ke aliran darah selama pencernaan. Fruktosa murni rasanya sangat manis, warnanya putih, berbentuk kristal padat, dan sangat mudah larut dalam air. Fruktosa pada tanaman dapat berbentuk monosakarida atau sebagai komponen dari sukrosa. Sukrosa merupakan molekul disakarida yang merupakan gabungan dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Fruktosa adalah polihidroksiketon dengan 6 atom karbon. Fruktosa merupakan isomer dari glukosa; keduanya memiliki rumus molekul yang sama (C6H12O6) namun memiliki struktur yang berbeda.
Kebutuhan gula bagi kebutuhan manusia sangat tinggi baik jenis glukosa, sukrosa maltose dan fruktosa. Beberapa penelitian menunjukan bahwa fruktosa dianggap lebih aman dikonsumsi khususnya bagi penderita diabetes 2, namun jika dikonsumsi berlebihan juga berisiko bagi kesehatan pula. Kebutuhan gula fruktosa yang semakin meningkat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Proses untuk menghasilkan fruktosa adalah dengan menggunakan bahan yang memiliki kandungan pati yang tinggi seperti jagung, singkong, ubi jalar, dan umbi-umbian lainnya. Prinsip dasar produksi fruktosa adalah bahan yang mengandung pati diproses secara enzimatik liquifikasi dan sakarifikasi menghasilkan glukosa, setelah itu diproses lebih lanjut dengan menggunakan enzim glucose isomerase / enzim sweetzime. Glukosa yang diproses oleh enzim gluco isomerisme berubah menjadi fruktosa, yaitu sirup fruktosa tinggi adalah campuran glukosa dan fruktosa. Untuk mendapatkan sirup fruktosa dengan kadar yang tinggi, dilakukan dengan proses isomerisme berulang kali dengan tujuan mengubah lebih banyak glukosa menjadi fruktosa. Sirup fruktosa dengan kadar yang tinggi dapat menggantikan gula sukrosa dalam industri makanan dan minuman, dengan lebih banyak keuntungan, biayanya lebih rendah, tetapi rasanya lebih baik.
Sebagai contoh proses pembuatan fruktosa dengan tepung jagung adalah sebagai berikut: 1). Langkah pertama adalah proses pencampuran tepung jagung dengan air dan menyesuaikan konsentrasi cairan, dengan pH 5.5-6.5;  2). Langakah selanjutnya adalah proses liquifikasi dengan suhu tinggi dengan menggunakan enzim / katalisis alfa amylase sehingga pati jagung pecah  secara maksimal berubah menjadi dekstrin; 3). Proses sakarifikasi pada suhu 58-60 C kurang lebih 72 jam dengan menggunakan enzim gluco amylase sehingga  mengkatalisasi dekstrin menjadi glukosa; 4). Setelah dihasilkan glukosa langkah selanjutnya adalah dekolorisasi dan filtrasi dengan menggunakan mesin press plat dan frame filter; 5). Filtrasi adalah proses penyaringan dengan menggunakan drum filter untuk menghilangkan protein larut, mengurangi kandungan protein dalam cairan glukosa, dan partikel padatan yang terlarut; 6).Langkah selanjutnya glukosa diproses dengan secara enzimatis dengan menggunakan enzim gluco isomerase / sweetzime sehingga dihasilkan gula fruktosa;7). Langkah terakhir adalah proses evaporasi yaitu pemanasan dan penguapan, bertujuan meningkatak konsentrasi sirup yang lebih tingi sesuai standar yang dikehendaki, siap dikemas.


Mengenal Apa Itu Glukosa





Jual Enzim Alfa Amylase, Gluko Amylase, Fruktose/Sweetzime, Pectinase Selulase
Telp. 087731375234



Glukosa adalah merupakan salah satu komponen penyusun gula yang merupakan gula monosakarida. Glukosa memiliki rasa yang cukup manis dengan kadar brix di atas 70. Monosakarida adalah komponen penyusun karbohidrat yang merupakan sumber energi bagi manusia, hewan, dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil dari proses fotosintesis yang dilakukan oleh tanaman. Glukosa dalam bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa
Glukosa (C6H12O6berat molekul 180.18) adalah heksosa—monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon dan satu oksigen-nya membentuk cincin yang disebut "cincin piranosa", bentuk paling stabil untuk aldosa ber-karbon enam. Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen kecuali atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif, yang proporsinya 0.0026% pada pH 7.
Glukosa merupakan sumber energi yang banyak ditemukan dalam berbagai bahan seperti umbi-umbian, biji-bijian dan buah-buahan. Glukosa dapat dibentuk dari formaldehida pada keadaan abiotik. Glukosa memiliki kecenderungan tidak mudah bereaksi secara nonspesifik dengan gugus amino suatu protein dibandingkan dengan gula heksosa lainnya. Reaksi ini (glikosilasi) mereduksi atau bahkan merusak fungsi berbagai enzim. Rendahnya laju glikosilasi ini dikarenakan glukosa yang kebanyakan berada dalam isomer siklik yang kurang reaktif. Meski begitu, komplikasi akut seperti diabetes, kebutaan, gagal ginjal, dan kerusakan saraf periferal (‘’peripheral neuropathy’’), kemungkinan disebabkan oleh glikosilasi protein.
Melalui proses respirasi, terjadi berbagai reaksi enzimatis menyebabkan glukosa teroksidasi menyebabkan terbentuknya karbon dioksida dan air, menghasilkan energi, terutama dalam bentuk ATPGlukosa diperoleh melalui pemecahan polisakarida melalui proses enzimatis.