Acetobacter aceti

Acetobacter aceti
Jual Aneka Culture Mikroba Untuk Riset

Enzim Selulase

Enzim Selulase
Jual Aneka Jenis Enzim Untuk Riset Dan Industri

Sweetzyme / Enzim Fructase

Sweetzyme / Enzim Fructase
Jual Aneka Jenis Enzim Untuk Riset Dan Industri. Telp 087731375234

Jual Ragi Tempe

Jual Ragi Tempe

Menyediakan Mesin Tepat Guna

Menyediakan Mesin Tepat Guna

BIO-MOCOF

BIO-MOCOF
BIO-MOCAF adalah formula untuk fermentasi pembuatan tepung mocaf

JUAL BIBIT NATA DE COCO (ACETOBACTER XYLINUM)

Jual Enzim Pectinase Untuk Riset Dan Industri






Telp. 087731375234
www.agrotekno-lab.com

Pektinase adalah merupakan enzim yang dapat memecah senyawa pektin menghasilkan asam galakturonat. Pektinase dapat diisolasi dari berbagai mikroorganisme salah satunya adalah Aspergillus niger.  Berkembangnya sektor industri sekarang ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penggunaan enzim sebagai biokatalisator, seperti dalam bidang minuman. Beberapa pengamatan yang telah dilakukan membuktikan bahwa penggunaan enzim semakin meningkat dari tahun ke tahun mencapai 10-15%. Enzim memiliki sifat-sifat spesifik yang sangat menguntungkan yaitu, efisien, selektif, mengalami reaksi tanpa efek samping dan ramah lingkungan

Sukses Budidaya Sorgum








Jual Enzim Amylase, selulase, pektinasi, starter mikroba
www.agrotekno-lab.com
087731375234 

Sorgum adalah salah satu tanaman pangan yang telah lama dibudidayakan di Indonesia. Di Jawa tanaman ini dikenal dengan sebutan jagung cantel. Sorgum memiliki kemiripan dengan tanaman jagung, daunnya berbentuk lurus memanjang, bijinya bulat dengan ujung mengerucut berukuran diameter sekitar 2 mm dan mempunyai satu tangkai buah dengan beberapa cabang buah. Hampir seluruh bagian dari tanaman sorgum mulai dari biji, tangkai, batang, daun hingga akarnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Diantara olahan makanan berbahan sorgum antara lain kecap sorgum, gula sorgum yang terbuat dari nira sorgum yang  banyak terdapat pada batang tanaman sorgum, nektar sorgum, kue dan berbagai makanan ringan lainnya.
Tanaman ini mudah dibudidayakan baik di lahan subur maupun pada lahan kurang subur. Sebagian para petani menjadikan tanaman sorgum sebagai tanaman tumpangsari dengan tanaman lainnya, namun saat ini banyak petani mulai menjadikan tanaman sorgum sebagai tanaman utama. Hal ini disebabkan mulai berkembangnya aneka produk olahan berbahan dasar sorgum baik rumah tanggga atau industri. Seiring dengan meningkatnya permintaan sorgum untuk produk olahan pangan, maka menjadi peluang yang menjanjikan untuk membudidayakan sorgum secara luas. Budidaya sorgum dapat dilakukan oleh petani perorangan atau kemitraan dengan perusahaan. Dengan sistem kemitraan para petani lebih mudah memasarkan hasil panennya.  Adapun langkah-langkah Budidaya Tanaman Sorgum adalah sebagai berikut :

1.Pengolahan Laham
Langkah pertama yang dilakukan adalah penggemburan lahan menggunakan cangkul atau traktor. Taburkan pupuk dasar berupa pupuk kandang dengan dosis 4-5 ton/hektar, pupuk kandang merupakan pupuk organik yang berguna untuk membantu pertumbuhan tanaman karena mengandung unsur hara makro dan mikro.  Lahan yang telah dipupuk di aplikasi pula dengan pembenah tanah yakni bahan yang ditambah ke tanah untuk memperbaiki kesuburan tanah baik itu sifat fisik, kimia maupun biologi tanah, dengan demikian tanah akan menjadi produktif untuk pertumbuhan dan perkembangan organisme seperti tumbuhan dan mikroba tanah.
Diamkan lahan selama 2 hari agar semua masukan berproses sehingga lahan siap ditanami.
2. Penanaman
Penanaman sorgum dilakukan dengan cara membuat lubang tanam sedalam 5 cm dengan cara ditugal dan memasukkan 2 benih sorgum di dalamnya, kemudian tutup lubang tanam dengan tanah atau bokashi. Jarak tanam antar lubang yaitu 20-25 cm.  Benih sorgum ini dapat diperoleh dari biji sorgum yang telah masak dan telah di treatment terlebih dahulu atau membeli bibit yang dikeluarkan oleh dinas pertanian di toko-toko pertanian yang menyediakannya.

3. Perawatan
Perawatan sehari-hari tanaman sorgum relatif tidak rumit, selain tindakan penyulaman dan pengairan, pada umur tanaman 20 hari perlu dilakukan penyiangan atau pembersihan gulma, tujuannya adalah untuk mengendalikan tumbuhan liar yang tidak dikehendaki pertumbuhannya agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman utama. Dalam kegiatan penyiangan terkadang dilakukan pula pembumbunan atau ipuk, yakni menumpuk tanah pada akar tanaman yang longsor yang dikarenakan oleh berbagai sebab baik itu akibat pengairan maupun air hujan.
Setelah tanaman berumur 1 bulan perlu dilakukan aplikasi pupuk susulan menggunakan pupuk organik cair, tujuannya untuk meningkatkan kesuburan tanaman serta memperbaiki dan meningkatkan kualitas organik didalam tanah sehingga tanah atau lahan menjadi lebih remah, gembur, tidak liat bahkan keras dan juga untuk menjaga ketersediaan unsur hara di dalam tanah.
Aplikasi pupuk yang sama kembali dilakukan manakala tanaman telah berumur 2 bulan.
Bakal biji sorgum biasanya muncul setelah tanaman berumur kurang lebih 50 HST, pada saat itu perlu dilakukan pengendalian hama terutama burung dengan cara membrongsong bakal biji sorgum dengan plastik, dipilihnya plastik sebagai pelindung bakal biji karena dianggap relatif lebih murah biayanya dibanding paranet.

4.Pemanenan
Sorgum dipanen saat telah masak atau tua dengan ciri-ciri kulit buah telah berubah warna dari hijau menjadi hitam atau merah, dengan kulit buah sudah pecah serta terlihat isinya.
Dengan luas lahan 1 hektar dapat menghasilkan 2 ton sorgum.  Pemanenan dilakukan dengan cara memotong bagian tangkai sekitar 7-10 cm dan mengumpulkannya kedalam wadah yang disiapkan. Sorgum hasil panen ini selanjutnya akan diproses lebih lanjut mulai dari penjemuran, perontokan hingga penggilingan untuk dikupas kulitnya sampai penepungan.

Semoga Bermanfaat….
Selamat berwirausaha, Kerja keras, Iklas, dan Doa…



Semoga sukses!!!

Teknik Pembuatan Nata De Coco










Jual Bibit Nata De coco (Acetobacter xylinum)
087731375234


            Proses pembuatan nata de coco cukup mudah dan sederhana, namun harus dilakukan secara benar dan hati-hati agar bakteri Acetobacter xylinum dapat tumbuh dengan baik dan tidak terkontaminasi. Sebelum produksi nata de coco, maka bahan, alat, ruangan dan rak harus disediakan terlebih dahulu. Setelah bahan, alat dan ruang disiapkan, maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

1)      Siapkan nampan yang akan digunakan dan telah disterilkan terlebih dulu dengan dijemur hingga kering. Kemudian nampan tersebut ditutup koran dan diikat dengan tali karet ban dan disusun pada rak-rak, bisa ditumpuk 5 sampai 7 nampan.
2)      Air kelapa yang akan digunakan disaring dengan menggunakan saringan untuk memisahkan kontaminan berupa material fisik.
3)      Masukan air kelapa sebanyak 50 liter ke dalam panci.
4)      Rebus air kelapa sampai mendidih. Buang busa yang terbentuk selama pemanasan.
5)      Setelah mendidih tambahkan bahan-bahan pembantu yaitu gula pasir, ZA (ammonium sulfat food grade) dengan spesifikasi food grade, dan asam cuka untuk menurunkan keasaman pH 3 - 4.
6)      Kemudian larutan tersebut dalam keadaan panas dituangkan ke dalam nampan yang telah disterilkan dan telah ditutup koran kemudian diikat tali karet ban.
7)      Setelah media air kelapa dingin (suhu kamar) kira-kira 7 jam, ditambahkan stater Acetobacter xylinum sebanyak 120 ml untuk tiap nampan yang berisi 1,2 liter larutan dan wadah ditutup kembali dengan koran. Inkubasi dilakukan selama 7 - 8 hari dalam ruangan yang telah dikondisikan suhu, kelembapan, dan kebersihan lingkungannya. Ruang fermentasi diusahakan tertutup, kering, dan tidak ada aktivitas orang lalu lalang. Pada saat inkubasi inilah terjadi proses fermentasi, yaitu terbentuknya lapisan nata di permukaan media larutan.
8)      Setelah proses inkubasi selama 7 - 8 hari, kemudian dilakukan pemanenan. Ketebalan nata dapat mencapai 1 - 1,5 cm. Dalam kondisi normal fermentasi selama 8 hari sudah mencapai ketebalan yang dimaksud. Nata lempeng dipisahkan dari nampan ditampung sementara dengan menggunakan ember. Media yang tidak jadi atau berjamur dipisahkan langsung dengan menggunakan wadah yang berbeda. Cairan nata yang tidak jadi dan tercemar jamur segera dibuang jauh dari ruang fermentasi. Kriteria keberhasilan dalam pembuatan nata yaitu terbentuknya nata berwarna putih kekuningan serta tidak terdapat jamur dan noda dengan ketebalan 1 - 1,5 cm, permukaan sempurna/tidak cacat, serta cairan dalam nampan hampir tidak ada.
9)      Sortasi atau pemisahan nata berdasarkan kualitas. Sortasi dilakukan sebelum lembaran nata tersebut dimasukan dalam wadah penampungan. Jangan mencampurkan nata yang bagus dengan yang jelek. Nata yang terkontaminasi dengan jamur, berlubang, tipis dipisahkan sendiri. Nata yang terkontaminasi jamur dapat menjalar dan mengkontaminasi lebih luas. Lapisan tipis yang terdapat di lembaran nata selanjutnya dibersihkan dengan cara mengerok atau menggosok dengan kertas koran.
10)  Penyimpanan nata dalam bak atau drum plastik dengan menambahkan air kurang lebih 20% volume bak atau drum plastik tersebut. Selama penyimpanan hindari terkena cahaya matahari secara langsung, terkontaminasi dengan bahan kimia berbahaya, dan kekurangan air. Dengan demikian, harus sering melakukan penggantian air agar nata tetap baik. Kerusakan yang sering terjadi selama penyimpanan dalam bak penampungan adalah nata berlubang, nata mudah sobek, berjamur, berubah warna menjadi kemerahan, bau busuk, dan nata hancur menjadi air kembali. Nata yang tidak terendam selama penyimpanan, pada permukaannya ditumbuhi jamur juga akan menyebabkan kebusukan.