Acetobacter aceti

Acetobacter aceti
Jual Aneka Culture Mikroba Untuk Riset

Enzim Selulase

Enzim Selulase
Jual Aneka Jenis Enzim Untuk Riset Dan Industri

Sweetzyme / Enzim Fructase

Sweetzyme / Enzim Fructase
Jual Aneka Jenis Enzim Untuk Riset Dan Industri. Telp 087731375234

Jual Ragi Tempe

Jual Ragi Tempe

Menyediakan Mesin Tepat Guna

Menyediakan Mesin Tepat Guna

BIO-MOCOF

BIO-MOCOF
BIO-MOCAF adalah formula untuk fermentasi pembuatan tepung mocaf

JUAL BIBIT NATA DE COCO (ACETOBACTER XYLINUM)

Teknik Budidaya Tanaman Lada







Jual Aneka Culture Mikroba
087731375234


Lada atau merica merupakan merupakan salah satu komoditas pertanian yang bermanfaat sebagai bumbu dapur. Dengan cita rasa dan aroma lada yang khas masakan akan terasa menjadi lebih nikmat, sehingga lada menjadi bumbu yang sudah sangat familier dari dulu hingga sekarang di seluruh dunia.Oleh karena itu, pasar komoditas lada pun cukup luas dan harganya cukup menggiurkan. Harga jual lada relatif stabil  membuat para petani tertarik untuk membudidayakannya.
Ada dua jenis lada yang umum dibudidayakan yaitu lada hitam dan lada putih, sebenarnya lada hitam ataupun lada putih adalah dari jenis tanaman yang sama namun yang membedakan adalah warnanya, lada dengan warna hitam karena proses panen yang lebih cepat atau merica masih tergolong muda sehingga menghasilkan lada berwarna hitam. Sedangkan untuk lada yang berwarna putih yaitu lada yang saat pemetikan dilakukan setelah buah sudah matang atau lebih tua yang menghasilkan lada berwarna putih. Namun kedua jenis lada tersebut dari jenis tanaman yang sama.
            Untuk berbisnis budidaya lada tidaklah sulit, karena tanaman lada dapat tumbuh baik hamper di seluruh wilayah Indonesia. Untuk membudidayakan tanaman lada kita perlu memahami teknik budidaya yang meliputi; pembibitan, pempupukan, perawatan, dan pemanenan. Dan kita juga mengetahui syarat tumbuh tanaman lada. Syarat tumbuh tanaman lada adalah sebagai berikut: 1). Tanah, jenis tanah yang memiliki kandungan zat hara cukup baik untuk tanaman ini. Tanah seperti Oxisol, Vertisol, Andisol dan tanah liat pasir (sandy clay) sangat cocok untuk tanaman lada; 2). Ketinggian lahan yang ideal untuk jenis tanaman lada adalah 0-500 mdpl. Jika lokasi lahan lebih tinggi, maka hasilnya tidak optimal; 3).Iklim, Lada akan tumbuh dengan baik dalam kondisi kelembaban antara 200-300 C dan curah hujan antara 2000-3000 mm per tahun.

Berikut ini adalah teknik budidaya merica/lada:
1. Pembibitan
Pembibitan tanaman lada dapat menggunakan stek cabang batang skunder dan primer atau menggunakan stek yang menyertakan sulur panjang (cabang primer). Pembibitan dan penyemaian dapat menggunakan polybag yang diisi dengan pasir, pupuk (tricokompas), tanah dan menggunakan perbandingan 1 : 3 : 7. Kemudian setelah polybag sudah terisi media tanam, kita dapat menanam bibit merica lalu gunakan plastik untuk menutupi agar tanaman merica tidak terkena hujan, kita bisa menggunakan plastik agar sinar matahari dapat masuk 70%. Untuk melindungi bibit merica agar tidak rusak karena hama/hewan kita dapat memberikan jaring di sekelilingnya selama proses pembibitan berlangsung sekitar -+ 4 bulan sampai akar tumbuh dengan baik dan sudah layak untuk dipindah. Untuk merangsang pertumbuhan akar, dapat diberikan pupuk organik pada saat penyemaian berlangsung.
2. Penanaman
Setelah bibit siap tanam, tanaman lada dapat dipindahkan ke pekarangan/tanah yang kosong, atau menggunakan pot / polybag. Setelah penyemaian berhasil bibit bisa dipindahkan ke media yang lebih besar atau polybag dengan ukran 40 x 60 cm. Untuk meningkatkan kesuburan tanah di dalam polybag, dapat diberikan pupuk kandang sebanyak ukuran polybag, 5-10kg, 500 gram kapur. Supaya tanaman merica lebih optimal,  bibit ditanam setelah 2 - 3 minggu setelah diberikan pupuk dasar, bisa lakukan pemupukan secara teratur menggunakan pupuk kandang sebanyak 5 kg per tahun.
3. Perawatan dan Pemeliharaan
Untuk menjaga agar bibit tanaman lada terjaga saat proses pertumbuhan tanaman dapat dilakukan pemeliharaan yang rutin, pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan meliputi perlindungan dan pencegahan tumbuhnya jamur pada tanaman, pengendalian penyakit dan hama.

Cabang/batang tanaman lada sangat rentan terserang jamur karena bentuknya yang rimbun, biasanya tingkat kelembabaan pada tanaman menjadi cukup tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dibuatkan para-para di sekitar tanaman/cabang tanaman. Biopestisida dan agensi hayati dapat digunakan untuk pencegahan atau pengendalian terhadap hama dan penyakit,  biopestisida yang dapat digunakan yaitu seperti tepung cengkeh, extra biji bengkoang dan extra akar tuba. Untuk pengendaliannya dapat dilakukan menggunakan agensi hayati yaitu seperti Bacteri pasteuria penetrans, Jamur beuveria bassiana, dan jamur trichoderma.

4. Hasil panen buah merica
Panen adalah masa yang ditunggu-tunggu. Pemanenan lada dilakukan pada usia tanaman sekitar 12 bulan setelah penanaman dilakukan. Agar mendapatkan hasil yang lebih baik pada saat tanaman mulai berbunga dan berbuah pertama kalinya lebih baik bunga dan buah tersebut dipetik dahulu agar pertumbuhan selanjutnya lebih maksimal.

JUAL BAKTERI ACETOBACTER XYLINUM (BIBIT NATA)





Telp. 087731375234



Acetobacter xylinum adalah bakteri yang banyak dimanfaatkan untuk proses pembuatan nata de coco. Bakteri ini termasuk bakteri non-pathogen yang menghasilkan selulosa yang kemudian disebut nata. Pertumbuhan Acetobacter xylinum dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah kandungan nutrisi meliputi jumlah karbon dan nitrogen, tingkat keasaman media, pH, temperatur, dan udara (oksigen). Suhu optimal pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum pada 28 - 31˚ C, pH optimal 3 - 4, memerlukan oksigen sehingga dalam fermentasi tidak ditutup dengan bahan kedap udara sehingga tidak memungkinkan udara masuk sama sekali. Tutup juga berfungsi untuk mencegah kotoran masuk ke dalam media yang dapat mengakibatkan kontaminasi mikroba lain seperti jamur, yeast dan bakteri. Apabilia terjadi kontaminasi maka bisa menyebabkan kegagalan dalam pembentukan selulosa (nata) atau tidak optimal.
Dalam proses penumbuhan atau pengembangbiakan bakteri Acetobacter xylinum  hendaklah dipilih yang pertumbuhannya bagus hal ini dapat dilihat dari nata yang dihasilkan pada umur kurang lebih sekitar 7-10  hari dengan ketebalan berkisar 1.0 – 1.2 cm. Bibit yang baik akan menghasilkan nata dengan ketebalan yang optimal dengan waktu yang normal yaitu  7-10  hari dengan ketebalan berkisar 1.0 – 1.2 cm. Bibit yang telah lama akan mengalami pertumbuhan yang lebih lama sehingga perlu diregenerasi terlebih dahulu. Bibit yang telah terkontaminasi sebaiknya tidak digunakan, karena bibit yang telah terkontaminasi akan menular terus dan menyebabkan nata yang dihasilkan tidak optimal bahkan mengalami kegaglan sama sekali dalam proses pembuatan nata de coco.





Mengolah Singkong Menjadi Gula











Jual Enzim Alfa Amylase, Gluco Amylase, Sweetzime / Isomerase, Beta Amylase
Telp. 087731375234

Gula adalah merupakan salah satu bahan yang diperlukan oleh manusia sebagai pemberi rasa manis dan juga sebagai sumber energi. Ada beberapa jenis gula yang umum dibutuhkan manusia diantaranya adalah; glukosa, sukrosa, maltose, fruktosa. Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang fruktosa. Fruktosa adalah monosakarida yang ditemukan di banyak jenis tumbuh-tumbuhan, madu,bunga dan sayurang. Fruktosa  merupakan salah satu dari tiga gula darah penting bersama dengan glukosa dan galaktosa, yang bisa langsung diserap ke aliran darah selama pencernaan. Fruktosa murni rasanya sangat manis, warnanya putih, berbentuk kristal padat, dan sangat mudah larut dalam air. Fruktosa pada tanaman dapat berbentuk monosakarida atau sebagai komponen dari sukrosa. Sukrosa merupakan molekul disakarida yang merupakan gabungan dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Fruktosa adalah polihidroksiketon dengan 6 atom karbon. Fruktosa merupakan isomer dari glukosa; keduanya memiliki rumus molekul yang sama (C6H12O6) namun memiliki struktur yang berbeda.
Kebutuhan gula bagi kebutuhan manusia sangat tinggi baik jenis glukosa, sukrosa maltose dan fruktosa. Beberapa penelitian menunjukan bahwa fruktosa dianggap lebih aman dikonsumsi khususnya bagi penderita diabetes 2, namun jika dikonsumsi berlebihan juga berisiko bagi kesehatan pula. Kebutuhan gula fruktosa yang semakin meningkat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Proses untuk menghasilkan fruktosa adalah dengan menggunakan bahan yang memiliki kandungan pati yang tinggi seperti jagung, singkong, ubi jalar, dan umbi-umbian lainnya. Prinsip dasar produksi fruktosa adalah bahan yang mengandung pati diproses secara enzimatik liquifikasi dan sakarifikasi menghasilkan glukosa, setelah itu diproses lebih lanjut dengan menggunakan enzim glucose isomerase / enzim sweetzime. Glukosa yang diproses oleh enzim gluco isomerisme berubah menjadi fruktosa, yaitu sirup fruktosa tinggi adalah campuran glukosa dan fruktosa. Untuk mendapatkan sirup fruktosa dengan kadar yang tinggi, dilakukan dengan proses isomerisme berulang kali dengan tujuan mengubah lebih banyak glukosa menjadi fruktosa. Sirup fruktosa dengan kadar yang tinggi dapat menggantikan gula sukrosa dalam industri makanan dan minuman, dengan lebih banyak keuntungan, biayanya lebih rendah, tetapi rasanya lebih baik.
Sebagai contoh proses pembuatan fruktosa dengan tepung jagung adalah sebagai berikut: 1). Langkah pertama adalah proses pencampuran tepung jagung dengan air dan menyesuaikan konsentrasi cairan, dengan pH 5.5-6.5;  2). Langakah selanjutnya adalah proses liquifikasi dengan suhu tinggi dengan menggunakan enzim / katalisis alfa amylase sehingga pati jagung pecah  secara maksimal berubah menjadi dekstrin; 3). Proses sakarifikasi pada suhu 58-60 C kurang lebih 72 jam dengan menggunakan enzim gluco amylase sehingga  mengkatalisasi dekstrin menjadi glukosa; 4). Setelah dihasilkan glukosa langkah selanjutnya adalah dekolorisasi dan filtrasi dengan menggunakan mesin press plat dan frame filter; 5). Filtrasi adalah proses penyaringan dengan menggunakan drum filter untuk menghilangkan protein larut, mengurangi kandungan protein dalam cairan glukosa, dan partikel padatan yang terlarut; 6).Langkah selanjutnya glukosa diproses dengan secara enzimatis dengan menggunakan enzim gluco isomerase / sweetzime sehingga dihasilkan gula fruktosa;7). Langkah terakhir adalah proses evaporasi yaitu pemanasan dan penguapan, bertujuan meningkatak konsentrasi sirup yang lebih tingi sesuai standar yang dikehendaki, siap dikemas.